Tampilkan postingan dengan label Manfaat Azolla Microphylla. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manfaat Azolla Microphylla. Tampilkan semua postingan
Daya Cerna Ikan Nila Terhadap Tepung Azolla Microphylla
Lihat Detail

Daya Cerna Ikan Nila Terhadap Tepung Azolla Microphylla


Usaha budidaya ikan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan pakan yang cukup dalam jumlah dan kualitasnya untuk mendukung kualitas yang maksimal. Faktor pakan menentukan biaya produksi mencapai 60% - 70% dalam usaha budidaya ikan. Sehingga perlu pengelolaan yang efektif dan efisien. Beberapa syarat bhan yang baik untuk diberikan adalah memenuhi kandungan gizi (protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral) yang tinggi, tidak beracun, mudah diperoleh, mudah diolah dan bukan sebagai makanan pokok manusia.

Ada beberapa alternatif bahan pakan yang dapat dimanfaatkan dalam penyusunan pakan salah satunya adalah tepung Azolla. Tanaman Azolla memiliki kandungan protein yang cukup tinggi 28,12% berat kering (Handajani, 2000), sedangkan Lumpkin dan Plucknet (1982) menyatakan kandungan protein pada Azolla sp sebesar 23,42% berat kering dengan komposisi asam amino esensial yang lengkap.

Kandungan protein yang tinggi dari tanaman Azolla belum dapat menggambarkan secara pasti nilai gizi yang sebenarnya. Protein yang berkualitas tinggi adalah protein yang memiliki nilai kecernaan yang tinggi dan dapat menyediakan semua asam amino essensial dalam perbandingan yang menyamai tubuh ikan. Nilai kecernaan suatu protein memberikan gambaran tentang persentase protein makanan yang dapat dicerna

Dari hasil penelitian Handajani (2006) kandungan serat kasar tepung azolla sebesar 23,06%. Tepung Azolla dimanfaatkan sebagai salah satu penyusun pakan ikanNila Gift dengan hasil daya cerna protein ikan berkisar 55,51% - 67,68%. Disamping itu dari hasil penelitian Haetami dan Sastrawibawa (2005) nilai daya cerna ikan Gurami terhadap pakan yang menggunakan tepung azolla berkisar 58,70% - 67,90%. Nilai daya cerna ini belum maksimal karena pakan yang diberikan tidak tercerna dengan baik, halini disebabkan kandungan serat kasar yang cukup tinggi pada tepung azolla. Selanjutnya Handajani, 2007 mencoba meningkatkan nilai gizi tepung azolla melalui proses fermentasi dan didapatkan hasil fermentasi tepung azolla dengan Rhizophus sp memberikan hasil yang terbaik dari beberapa fermentor, terbukti dapat menurunkankadungan serat kasar tepung azolla dari 23,06% menjadi 14,62%.


Usaha budidaya ikan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan pakan yang cukup dalam jumlah dan kualitasnya untuk mendukung kualitas yang maksimal. Faktor pakan menentukan biaya produksi mencapai 60% - 70% dalam usaha budidaya ikan. Sehingga perlu pengelolaan yang efektif dan efisien. Beberapa syarat bhan yang baik untuk diberikan adalah memenuhi kandungan gizi (protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral) yang tinggi, tidak beracun, mudah diperoleh, mudah diolah dan bukan sebagai makanan pokok manusia.

Ada beberapa alternatif bahan pakan yang dapat dimanfaatkan dalam penyusunan pakan salah satunya adalah tepung Azolla. Tanaman Azolla memiliki kandungan protein yang cukup tinggi 28,12% berat kering (Handajani, 2000), sedangkan Lumpkin dan Plucknet (1982) menyatakan kandungan protein pada Azolla sp sebesar 23,42% berat kering dengan komposisi asam amino esensial yang lengkap.

Kandungan protein yang tinggi dari tanaman Azolla belum dapat menggambarkan secara pasti nilai gizi yang sebenarnya. Protein yang berkualitas tinggi adalah protein yang memiliki nilai kecernaan yang tinggi dan dapat menyediakan semua asam amino essensial dalam perbandingan yang menyamai tubuh ikan. Nilai kecernaan suatu protein memberikan gambaran tentang persentase protein makanan yang dapat dicerna

Dari hasil penelitian Handajani (2006) kandungan serat kasar tepung azolla sebesar 23,06%. Tepung Azolla dimanfaatkan sebagai salah satu penyusun pakan ikanNila Gift dengan hasil daya cerna protein ikan berkisar 55,51% - 67,68%. Disamping itu dari hasil penelitian Haetami dan Sastrawibawa (2005) nilai daya cerna ikan Gurami terhadap pakan yang menggunakan tepung azolla berkisar 58,70% - 67,90%. Nilai daya cerna ini belum maksimal karena pakan yang diberikan tidak tercerna dengan baik, halini disebabkan kandungan serat kasar yang cukup tinggi pada tepung azolla. Selanjutnya Handajani, 2007 mencoba meningkatkan nilai gizi tepung azolla melalui proses fermentasi dan didapatkan hasil fermentasi tepung azolla dengan Rhizophus sp memberikan hasil yang terbaik dari beberapa fermentor, terbukti dapat menurunkankadungan serat kasar tepung azolla dari 23,06% menjadi 14,62%.


Usaha budidaya ikan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan pakan yang cukup dalam jumlah dan kualitasnya untuk mendukung kualitas yang maksimal. Faktor pakan menentukan biaya produksi mencapai 60% - 70% dalam usaha budidaya ikan. Sehingga perlu pengelolaan yang efektif dan efisien. Beberapa syarat bhan yang baik untuk diberikan adalah memenuhi kandungan gizi (protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral) yang tinggi, tidak beracun, mudah diperoleh, mudah diolah dan bukan sebagai makanan pokok manusia.

Ada beberapa alternatif bahan pakan yang dapat dimanfaatkan dalam penyusunan pakan salah satunya adalah tepung Azolla. Tanaman Azolla memiliki kandungan protein yang cukup tinggi 28,12% berat kering (Handajani, 2000), sedangkan Lumpkin dan Plucknet (1982) menyatakan kandungan protein pada Azolla sp sebesar 23,42% berat kering dengan komposisi asam amino esensial yang lengkap.

Kandungan protein yang tinggi dari tanaman Azolla belum dapat menggambarkan secara pasti nilai gizi yang sebenarnya. Protein yang berkualitas tinggi adalah protein yang memiliki nilai kecernaan yang tinggi dan dapat menyediakan semua asam amino essensial dalam perbandingan yang menyamai tubuh ikan. Nilai kecernaan suatu protein memberikan gambaran tentang persentase protein makanan yang dapat dicerna

Dari hasil penelitian Handajani (2006) kandungan serat kasar tepung azolla sebesar 23,06%. Tepung Azolla dimanfaatkan sebagai salah satu penyusun pakan ikanNila Gift dengan hasil daya cerna protein ikan berkisar 55,51% - 67,68%. Disamping itu dari hasil penelitian Haetami dan Sastrawibawa (2005) nilai daya cerna ikan Gurami terhadap pakan yang menggunakan tepung azolla berkisar 58,70% - 67,90%. Nilai daya cerna ini belum maksimal karena pakan yang diberikan tidak tercerna dengan baik, halini disebabkan kandungan serat kasar yang cukup tinggi pada tepung azolla. Selanjutnya Handajani, 2007 mencoba meningkatkan nilai gizi tepung azolla melalui proses fermentasi dan didapatkan hasil fermentasi tepung azolla dengan Rhizophus sp memberikan hasil yang terbaik dari beberapa fermentor, terbukti dapat menurunkankadungan serat kasar tepung azolla dari 23,06% menjadi 14,62%.


Usaha budidaya ikan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan pakan yang cukup dalam jumlah dan kualitasnya untuk mendukung kualitas yang maksimal. Faktor pakan menentukan biaya produksi mencapai 60% - 70% dalam usaha budidaya ikan. Sehingga perlu pengelolaan yang efektif dan efisien. Beberapa syarat bhan yang baik untuk diberikan adalah memenuhi kandungan gizi (protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral) yang tinggi, tidak beracun, mudah diperoleh, mudah diolah dan bukan sebagai makanan pokok manusia.

Ada beberapa alternatif bahan pakan yang dapat dimanfaatkan dalam penyusunan pakan salah satunya adalah tepung Azolla. Tanaman Azolla memiliki kandungan protein yang cukup tinggi 28,12% berat kering (Handajani, 2000), sedangkan Lumpkin dan Plucknet (1982) menyatakan kandungan protein pada Azolla sp sebesar 23,42% berat kering dengan komposisi asam amino esensial yang lengkap.

Kandungan protein yang tinggi dari tanaman Azolla belum dapat menggambarkan secara pasti nilai gizi yang sebenarnya. Protein yang berkualitas tinggi adalah protein yang memiliki nilai kecernaan yang tinggi dan dapat menyediakan semua asam amino essensial dalam perbandingan yang menyamai tubuh ikan. Nilai kecernaan suatu protein memberikan gambaran tentang persentase protein makanan yang dapat dicerna

Dari hasil penelitian Handajani (2006) kandungan serat kasar tepung azolla sebesar 23,06%. Tepung Azolla dimanfaatkan sebagai salah satu penyusun pakan ikanNila Gift dengan hasil daya cerna protein ikan berkisar 55,51% - 67,68%. Disamping itu dari hasil penelitian Haetami dan Sastrawibawa (2005) nilai daya cerna ikan Gurami terhadap pakan yang menggunakan tepung azolla berkisar 58,70% - 67,90%. Nilai daya cerna ini belum maksimal karena pakan yang diberikan tidak tercerna dengan baik, halini disebabkan kandungan serat kasar yang cukup tinggi pada tepung azolla. Selanjutnya Handajani, 2007 mencoba meningkatkan nilai gizi tepung azolla melalui proses fermentasi dan didapatkan hasil fermentasi tepung azolla dengan Rhizophus sp memberikan hasil yang terbaik dari beberapa fermentor, terbukti dapat menurunkankadungan serat kasar tepung azolla dari 23,06% menjadi 14,62%.

Biota Pada Perakaran Azolla Merupakan Pakan Alami Ikan
Lihat Detail

Biota Pada Perakaran Azolla Merupakan Pakan Alami Ikan




Postingan ini didasarkan dengan hasil penelitian berjudul Perkembangan Biota pada Perakaran Azolla Microphylla Kaulfuss..oleh Nita Etikawati dan Jutono (Klik Untuk Mendownload).


Pakan alami ikan lele merupakan salah satu pakan yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan ikan lele. Pakan alami bisa berasal dari makro dan mikroorganisme yang hidup di air. Azolla ternyata mampu menghasilkan pakan alami yang terdapat di perakarannya. Perakaran azolla menjadi habitat yang baik bagi mikro dan makroorganisme .Hadirnya mikroorganisme ini dirangsang oleh eksudat akar, sehingga jumlah mikroorganisme di rhizosfer (daerah perakaran) dari pada diluar perakaran. Beberapa jenis mikroorganisme yaitu  Fungi, Actinomycetes, Alga, Protozoa dimana populasinya meningkat sejalan dengan pertumbuhan tanaman. Biota yang berasosiasi dengan azolla berasal dari golongan insecta, molusca, Nematoda, alga, cyanobacteria, protoza ,fungi dan bakteri.  Jika kita lihat dari jenis biota yang hidup ini, merupakan pakan alami yang baik untuk ikan. 
Ternyata dalam tiap minggunya perkembangan biota juga berbeda dan beraneka ragam.Hasil penelitian yang bisa saya ringkas sebagai berikut :

  1. Minggu pertama : Ditemukan protozoa dalam jumlah besar, pada minggu tersebut bahan organik yang tersedia untuk protozoa dan jumlah pemangsanya semakin sedikit. Jenis fungi dan actinomycetes yang ditemukan setiap minggu relatif sama. Namun terjadi penurunan jumlah yang berarti pada minggu keempat, hal ini kemungkinan disebabkan pemangsa yang mengalihkan makanan dari  bahan organik yang jumlahnya kecil ke fungi dan actionmycetes. Crustaceae dan molusca sudah ditemukan.Rotifera juga sudah ditemukan pada awal penebaran.
  2. Minggu kedua : Ditemukan larva insecta Nymphulla yang dikenal hama azolla, kehadiran hama tersebut menurunkan produksi azolla karena memakan dan membuat sarang di daun azolla.JUMLAH BIOTA SECARA KESELURUHAN BERKEMBANG PESAT DAN MENCAPAI PUNCAKNYA .Dengan ditandai dengan perkembangan azolla yang sudah memenuhi areal kolam di percobaan kolam ukuran 1 x 2 meter dengan tinggi 20 cm.
  3. Minggu ketiga dan keempat beberapa golongan biota sudah menurun diakibatkan over populasi sehingga mengganggu keseimbangan ekosistemn. Hal ini dapat pula terjadi akibat memburuknya parameter-parameter air kolam didalam percobaan sistem tertutup dan  jumlah azolla yang semakin banyak sehingga sinar matahari sudah tertutup oleh azolla. Sehingga terjadi persaingan antar individu yang menyebabkan individu yang kuat yang mampu bertahan hidup.
Secara umum penambahan jumlah biota akan menambah nilai kadar protein pada azolla. Karena didalam sel-sel biota mengandung protein, polisakarida, lipida dan asam nukleat kurang lebih 90% persen dari massa sel hidup. Ternyata perakaran azolla merupakan penghasil pakan alami terbaik yang mampu memberikan protein yang baik untuk ikan. Dan kami sendiri menyimpulkan bahwa pemberian azolla terbaik kedalam ikan yaitu diberikan pada azolla yang sudah tumbuh dan berkembang dalam waktu 2 minggu. Karena didalam perakaran azolla di umur dua minggu ini lah terjadi perkembangan biota terbanyak sehingga pakan alaminya akan menjadi sumber pakan terbaik untuk ikan lele.

Semoga informasi ini bermanfaat untuk semua.




Postingan ini didasarkan dengan hasil penelitian berjudul Perkembangan Biota pada Perakaran Azolla Microphylla Kaulfuss..oleh Nita Etikawati dan Jutono (Klik Untuk Mendownload).


Pakan alami ikan lele merupakan salah satu pakan yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan ikan lele. Pakan alami bisa berasal dari makro dan mikroorganisme yang hidup di air. Azolla ternyata mampu menghasilkan pakan alami yang terdapat di perakarannya. Perakaran azolla menjadi habitat yang baik bagi mikro dan makroorganisme .Hadirnya mikroorganisme ini dirangsang oleh eksudat akar, sehingga jumlah mikroorganisme di rhizosfer (daerah perakaran) dari pada diluar perakaran. Beberapa jenis mikroorganisme yaitu  Fungi, Actinomycetes, Alga, Protozoa dimana populasinya meningkat sejalan dengan pertumbuhan tanaman. Biota yang berasosiasi dengan azolla berasal dari golongan insecta, molusca, Nematoda, alga, cyanobacteria, protoza ,fungi dan bakteri.  Jika kita lihat dari jenis biota yang hidup ini, merupakan pakan alami yang baik untuk ikan. 
Ternyata dalam tiap minggunya perkembangan biota juga berbeda dan beraneka ragam.Hasil penelitian yang bisa saya ringkas sebagai berikut :

  1. Minggu pertama : Ditemukan protozoa dalam jumlah besar, pada minggu tersebut bahan organik yang tersedia untuk protozoa dan jumlah pemangsanya semakin sedikit. Jenis fungi dan actinomycetes yang ditemukan setiap minggu relatif sama. Namun terjadi penurunan jumlah yang berarti pada minggu keempat, hal ini kemungkinan disebabkan pemangsa yang mengalihkan makanan dari  bahan organik yang jumlahnya kecil ke fungi dan actionmycetes. Crustaceae dan molusca sudah ditemukan.Rotifera juga sudah ditemukan pada awal penebaran.
  2. Minggu kedua : Ditemukan larva insecta Nymphulla yang dikenal hama azolla, kehadiran hama tersebut menurunkan produksi azolla karena memakan dan membuat sarang di daun azolla.JUMLAH BIOTA SECARA KESELURUHAN BERKEMBANG PESAT DAN MENCAPAI PUNCAKNYA .Dengan ditandai dengan perkembangan azolla yang sudah memenuhi areal kolam di percobaan kolam ukuran 1 x 2 meter dengan tinggi 20 cm.
  3. Minggu ketiga dan keempat beberapa golongan biota sudah menurun diakibatkan over populasi sehingga mengganggu keseimbangan ekosistemn. Hal ini dapat pula terjadi akibat memburuknya parameter-parameter air kolam didalam percobaan sistem tertutup dan  jumlah azolla yang semakin banyak sehingga sinar matahari sudah tertutup oleh azolla. Sehingga terjadi persaingan antar individu yang menyebabkan individu yang kuat yang mampu bertahan hidup.
Secara umum penambahan jumlah biota akan menambah nilai kadar protein pada azolla. Karena didalam sel-sel biota mengandung protein, polisakarida, lipida dan asam nukleat kurang lebih 90% persen dari massa sel hidup. Ternyata perakaran azolla merupakan penghasil pakan alami terbaik yang mampu memberikan protein yang baik untuk ikan. Dan kami sendiri menyimpulkan bahwa pemberian azolla terbaik kedalam ikan yaitu diberikan pada azolla yang sudah tumbuh dan berkembang dalam waktu 2 minggu. Karena didalam perakaran azolla di umur dua minggu ini lah terjadi perkembangan biota terbanyak sehingga pakan alaminya akan menjadi sumber pakan terbaik untuk ikan lele.

Semoga informasi ini bermanfaat untuk semua.




Postingan ini didasarkan dengan hasil penelitian berjudul Perkembangan Biota pada Perakaran Azolla Microphylla Kaulfuss..oleh Nita Etikawati dan Jutono (Klik Untuk Mendownload).


Pakan alami ikan lele merupakan salah satu pakan yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan ikan lele. Pakan alami bisa berasal dari makro dan mikroorganisme yang hidup di air. Azolla ternyata mampu menghasilkan pakan alami yang terdapat di perakarannya. Perakaran azolla menjadi habitat yang baik bagi mikro dan makroorganisme .Hadirnya mikroorganisme ini dirangsang oleh eksudat akar, sehingga jumlah mikroorganisme di rhizosfer (daerah perakaran) dari pada diluar perakaran. Beberapa jenis mikroorganisme yaitu  Fungi, Actinomycetes, Alga, Protozoa dimana populasinya meningkat sejalan dengan pertumbuhan tanaman. Biota yang berasosiasi dengan azolla berasal dari golongan insecta, molusca, Nematoda, alga, cyanobacteria, protoza ,fungi dan bakteri.  Jika kita lihat dari jenis biota yang hidup ini, merupakan pakan alami yang baik untuk ikan. 
Ternyata dalam tiap minggunya perkembangan biota juga berbeda dan beraneka ragam.Hasil penelitian yang bisa saya ringkas sebagai berikut :

  1. Minggu pertama : Ditemukan protozoa dalam jumlah besar, pada minggu tersebut bahan organik yang tersedia untuk protozoa dan jumlah pemangsanya semakin sedikit. Jenis fungi dan actinomycetes yang ditemukan setiap minggu relatif sama. Namun terjadi penurunan jumlah yang berarti pada minggu keempat, hal ini kemungkinan disebabkan pemangsa yang mengalihkan makanan dari  bahan organik yang jumlahnya kecil ke fungi dan actionmycetes. Crustaceae dan molusca sudah ditemukan.Rotifera juga sudah ditemukan pada awal penebaran.
  2. Minggu kedua : Ditemukan larva insecta Nymphulla yang dikenal hama azolla, kehadiran hama tersebut menurunkan produksi azolla karena memakan dan membuat sarang di daun azolla.JUMLAH BIOTA SECARA KESELURUHAN BERKEMBANG PESAT DAN MENCAPAI PUNCAKNYA .Dengan ditandai dengan perkembangan azolla yang sudah memenuhi areal kolam di percobaan kolam ukuran 1 x 2 meter dengan tinggi 20 cm.
  3. Minggu ketiga dan keempat beberapa golongan biota sudah menurun diakibatkan over populasi sehingga mengganggu keseimbangan ekosistemn. Hal ini dapat pula terjadi akibat memburuknya parameter-parameter air kolam didalam percobaan sistem tertutup dan  jumlah azolla yang semakin banyak sehingga sinar matahari sudah tertutup oleh azolla. Sehingga terjadi persaingan antar individu yang menyebabkan individu yang kuat yang mampu bertahan hidup.
Secara umum penambahan jumlah biota akan menambah nilai kadar protein pada azolla. Karena didalam sel-sel biota mengandung protein, polisakarida, lipida dan asam nukleat kurang lebih 90% persen dari massa sel hidup. Ternyata perakaran azolla merupakan penghasil pakan alami terbaik yang mampu memberikan protein yang baik untuk ikan. Dan kami sendiri menyimpulkan bahwa pemberian azolla terbaik kedalam ikan yaitu diberikan pada azolla yang sudah tumbuh dan berkembang dalam waktu 2 minggu. Karena didalam perakaran azolla di umur dua minggu ini lah terjadi perkembangan biota terbanyak sehingga pakan alaminya akan menjadi sumber pakan terbaik untuk ikan lele.

Semoga informasi ini bermanfaat untuk semua.




Postingan ini didasarkan dengan hasil penelitian berjudul Perkembangan Biota pada Perakaran Azolla Microphylla Kaulfuss..oleh Nita Etikawati dan Jutono (Klik Untuk Mendownload).


Pakan alami ikan lele merupakan salah satu pakan yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan ikan lele. Pakan alami bisa berasal dari makro dan mikroorganisme yang hidup di air. Azolla ternyata mampu menghasilkan pakan alami yang terdapat di perakarannya. Perakaran azolla menjadi habitat yang baik bagi mikro dan makroorganisme .Hadirnya mikroorganisme ini dirangsang oleh eksudat akar, sehingga jumlah mikroorganisme di rhizosfer (daerah perakaran) dari pada diluar perakaran. Beberapa jenis mikroorganisme yaitu  Fungi, Actinomycetes, Alga, Protozoa dimana populasinya meningkat sejalan dengan pertumbuhan tanaman. Biota yang berasosiasi dengan azolla berasal dari golongan insecta, molusca, Nematoda, alga, cyanobacteria, protoza ,fungi dan bakteri.  Jika kita lihat dari jenis biota yang hidup ini, merupakan pakan alami yang baik untuk ikan. 
Ternyata dalam tiap minggunya perkembangan biota juga berbeda dan beraneka ragam.Hasil penelitian yang bisa saya ringkas sebagai berikut :

  1. Minggu pertama : Ditemukan protozoa dalam jumlah besar, pada minggu tersebut bahan organik yang tersedia untuk protozoa dan jumlah pemangsanya semakin sedikit. Jenis fungi dan actinomycetes yang ditemukan setiap minggu relatif sama. Namun terjadi penurunan jumlah yang berarti pada minggu keempat, hal ini kemungkinan disebabkan pemangsa yang mengalihkan makanan dari  bahan organik yang jumlahnya kecil ke fungi dan actionmycetes. Crustaceae dan molusca sudah ditemukan.Rotifera juga sudah ditemukan pada awal penebaran.
  2. Minggu kedua : Ditemukan larva insecta Nymphulla yang dikenal hama azolla, kehadiran hama tersebut menurunkan produksi azolla karena memakan dan membuat sarang di daun azolla.JUMLAH BIOTA SECARA KESELURUHAN BERKEMBANG PESAT DAN MENCAPAI PUNCAKNYA .Dengan ditandai dengan perkembangan azolla yang sudah memenuhi areal kolam di percobaan kolam ukuran 1 x 2 meter dengan tinggi 20 cm.
  3. Minggu ketiga dan keempat beberapa golongan biota sudah menurun diakibatkan over populasi sehingga mengganggu keseimbangan ekosistemn. Hal ini dapat pula terjadi akibat memburuknya parameter-parameter air kolam didalam percobaan sistem tertutup dan  jumlah azolla yang semakin banyak sehingga sinar matahari sudah tertutup oleh azolla. Sehingga terjadi persaingan antar individu yang menyebabkan individu yang kuat yang mampu bertahan hidup.
Secara umum penambahan jumlah biota akan menambah nilai kadar protein pada azolla. Karena didalam sel-sel biota mengandung protein, polisakarida, lipida dan asam nukleat kurang lebih 90% persen dari massa sel hidup. Ternyata perakaran azolla merupakan penghasil pakan alami terbaik yang mampu memberikan protein yang baik untuk ikan. Dan kami sendiri menyimpulkan bahwa pemberian azolla terbaik kedalam ikan yaitu diberikan pada azolla yang sudah tumbuh dan berkembang dalam waktu 2 minggu. Karena didalam perakaran azolla di umur dua minggu ini lah terjadi perkembangan biota terbanyak sehingga pakan alaminya akan menjadi sumber pakan terbaik untuk ikan lele.

Semoga informasi ini bermanfaat untuk semua.